Rab. Feb 21st, 2024

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengirimkan delapan pelajar Indonesia terpilih pada ajang olimpiade International Earth Science ke-15, Kompetisi tersebut digelar secara daring pada 25-31 Agustus 2022 di Aosta, Italia.

Ajang IESO sendiri merupakan ajang bergengsi Internasional Kebumian antar pelajar tingkat menengah.

Tahun ini IESO diikuti oleh 304 peserta dari 40 negara. Delapan pelajar yang mewakili Indonesia dalam ajang IESO adalah Alvin Dermawan (SMAN 1 Probolinggo), Fahreza Nurhidayat (SMAS Al-Azhar Mandiri Palu), Gevin Kurniawan (SMAN Plus Provinsi Riau), Muhammad Wildan Tamami (SMAN 1 Ponorogo), Revanda Ghassan Randityo (SMAN 1 Tambun Selatan), Sheren Ardeline Tantrian (SMAK Immanuel Pontianak), Yoga Sanjaya (SMAN 3 Surakarta), dan Wafi Haidi (MAN Insan Cendekia Serpong). Para pelajar yang mewakili Indonesia pada kompetisi tersebut merupakan siswa-siswi terbaik hasil seleksi Kompetisi Sains Nasional (KSN) di bidang Ilmu Kebumian tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek.

Mereka telah melalui serangkaian proses seleksi berjenjang yang ketat mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional dilanjutkan dengan Tahapan Pembinaan Nasional hingga terbentuklah Tim Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia (TOIKI). IESO merupakan ajang kompetisi pelajar pra perguruan tinggi untuk bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan terkait geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi (sains keplanetan).

Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra perguruan tinggi maupun perguruan tinggi. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek Hendarman turut memberikan semangat dan motivasi kepada tim Indonesia yang akan berkompetisi.

“Selamat berjuang adik-adik di ajang IESO.

Yakinkan bahwa bisa meraih prestasi setinggi-tingginya.

Tak lupa, terima kasih sebesar-besarnya kepada para pembina,” ujar Hendarman. Koordinator Pembina Tim Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia (TOIKI) Hendra Amijaya menjelaskan ada beberapa tahapan tes utama pada ajang IESO “Ada tes individual atau disebut Data Mining Test, siswa-siswa diminta untuk mengolah data dan memberikan kesimpulan dari data yang telah di olah.

Adapun tes yang sifatnya kelompok seperti National Team Field Investigation (NTFI), siswa-siswi melakukan semacam penelitian singkat yang berbasiskan data di lapangan, kemudian ada Earth Science Project (ESP), nantinya seluruh peserta Internasional akan digabung untuk membentuk tim kelompok yang akan diberikan satu kasus tertentu untuk di bahas dan tentunya membuat poster untuk dipresentasikan,” jelas Hendra. Selain itu, terdapat kompetisi Earth Learning Students’ Idea (ELSI), para peserta menjelaskan mengenai berbagai fenomena di ilmu kebumian.

Tak hanya kompetisi yang menguji kemampuan pelajar dalam ilmu kebumian, peserta juga diminta mengirimkan karya seni (gambar, lukisan, puisi) yang terkait dengan ilmu kebumian dan isu pemanasan global.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *