Ming. Jun 23rd, 2024

Ketika bepergian dengan pesawat, ada aturan-aturan penerbangan yang tak selalu diketahui penumpang.

Salah satunya adalah lampu di dalam pesawat diredupkan saat akan mendarat.

Banyak yang menganggap itu ada hubungannya dengan polusi cahaya di sekitar bandara, tapi sebenarnya ini berkaitan dengan keamanan jika terjadi keadaan darurat.

Pilot Patrick Smith, penulis Cockpit Confidential, mengatakan bahwa itu dilakukan saat mendarat di malam hari atau saat gelap di luar.

Penumpang harus siap jika terjadi kecelakaan dan ini membantu untuk bertindak dengan cepat.

“Peredupan lampu memungkinkan mata untuk menyesuaikan terlebih dahulu dengan kegelapan, sehingga tidak tiba-tiba dibutakan jika sesuatu terjadi dan listrik padam, dan penumpang berlari ke pintu dalam kegelapan atau asap,” kata dia, dikutip The Sun, Jumat, 5 Agustus 2022.

Penelitian telah menemukan bahwa dibutuhkan waktu selama 10 menit untuk sepenuhnya menyesuaikan diri dengan ruangan gelap, tapi kabin yang lebih redup akan mempercepatnya.

Pramugari Colin Law mendukung pernyataan ini.

“Kerucut mata manusia membutuhkan lima hingga sepuluh menit untuk beradaptasi dari lingkungan yang terang ke lingkungan yang gelap.

Untuk mengatasi masalah ini, lampu kabin harus diredupkan atau dimatikan saat take off malam hari,” kata dia.

Bukan hanya lampu redup yang dibutuhkan dalam keadaan darurat.

Seorang pramugari menjelaskan bahwa ini juga jadi alasan mengapa penumpang harus membuka penutup jendela saat lepas landas dan mendarat.

Ini membuat penumpang akan lebih mudah melihat ke luar sehingga mereka dapat dengan cepat mendapatkan orientasi jika terjadi tabrakan.

“Ini agar jika evakuasi diperlukan, pramugari lebih mudah menilai kondisi di luar pesawat untuk menentukan pintu keluar yang dapat digunakan.” Kapten Dave Thomas, kepala pelatihan penerbangan dan teknis British Airways, sebelumnya juga mendukung hal ini.

“Ini sebenarnya diharuskan oleh peraturan sehingga penumpang terbiasa dengan jumlah cahaya di luar pesawat jika harus turun dengan tergesa-gesa.

Ini adalah semacam pendekatan ‘berjaga-jaga’ yang kami ambil untuk keselamatan pelanggan kami untuk memastikan penerbangan seaman yang kami bisa,” kata dia.

THE SUN

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *