Ming. Jun 23rd, 2024

Gempa yang terjadi di Bali pada Senin, 22 Agustus 2022 pukul 16.36 WITA juga dirasakan di Mataram.

Hal ini dirasakan Tempo yang tengah berada di RSI Siti Hajar, Mataram.

Gempa itu mengagetkan pasien di kamar inap maupun ratusan pasien yang berada di delapan poliklinik yang ada di bagian depan.

”Gempa-gempa.

Jangan panik,” kata petugas di depan pintu poliklinik saat mengabarkan ada gempa berkekuatan 5,8 magnitudo kepada pasien.

Para bruder dan suster berusaha menenangkan kami.

Nyoman Suhertono, penduduk Desa Batulayar, mengatakan tidak panik.

”Jangan cemas.

Tenang ya, ” ujarnya sewaktu di ruang Farmasi.

Seorang pasien Jero Mangku Sentane Tangkas yang sedang di depan poliklinik Syaraf menghadapi gempa dengan wajah yang kalem.

“Dulu lebih parah,” ujar warga GunungSari Lombok Barat.

Tapi, gempa tidak berdampak di Kuta, Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Masyarakat di KEK Mandalika pun tidak mendengar ada informasi mengenai kerusakan yang diakibatkan gempa.

Begitu pun di Gili Trawangan.

Gempa yang mengguncang Bali ini berdasarkan data sementara dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan episentrum gempa berada di lokasi 9.36 Lintang Selatan dan 115.59 Bujur Timur atau 74 kilometer tenggara Kuta Selatan.

Gempa yang berpusat di laut itu berada pada kedalaman 124 kilometer.

Pada media sosial milik BMKG banyak warga yang menyatakan merasakan gempa bumi tersebut.

Warganet menyebut lokasi seperti Jember, Banyuwangi, Tuban, Lombok dan Sumbawa Barat.

“Lumayan sampai Banyuwangi,” tulis akun Twitter @jokoindi.

SUPRIYANTHO KHAFID

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *