Ming. Jun 23rd, 2024

Perilaku selalu ingin menyenangkan orang lain menandakan people pleaser.

Mengutip Medical NewsToday, perilaku people pleaser cenderung mengabaikan keinginan atau kebutuhan sendiri, mungkin sampai pengorbanan merugikan diri, seperti memberikan uang, waktu, energi untuk suatu tujuan.

Sikap itu bisa berakibat membiarkan orang lain mengambil keuntungan dari perilaku diri yang berlebihan ingin menyenangkan.

Walaupun, keinginan menyenangkan orang lain sewajarnya sifat yang biasa muncul dalam diri.

Sebab, orang ingin merasa dicintai dan dihargai dalam hubungan sebagai makhluk sosial.

Demi mewujudkan itu muncul dorongan menyesuaikan perilaku menyenangkan untuk orang lain agar interaksi sosial makin lancar.

Perilaku people pleaser cenderung sulit dihentikan.

Seseorang yang people pleaser merasa perlu menjadi segala yang diinginkan orang lain.

Mengutip Healthline, people pleaser rentan berakibat peningkatan stres.

Sebab, tak hanya kehilangan waktu untuk diri, tapi juga menyebabkan kekhawatiran untuk memastikan kesenangan orang lain.

1.

Merasa harga diri rendah Orang yang merasa dirinya tidak lebih berharga daripada orang lain mungkin merasa kebutuhannya tidak penting.

Orang dengan kondisi seperti itu cenderung berkemungkinan tidak memiliki tujuan jika tak menyenangkan orang lain.

2.

Kecemasan Beberapa orang mungkin mencoba untuk menyenangkan orang lain karena merasa cemas ketika menyesuaikan diri.

Ada kecemasan jika menolak sesuatu menyebabkan rasa tidak suka.

Misalnya, seseorang yang kecemasan sosial mungkin merasa harus melakukan apa pun yang diinginkan teman-temannya agar disukai.

3.

Menghindari konflik Ketakutan terhadap konflik atau merasa harus menghindarinya cenderung menggunakan kesenangan orang lain sebagai cara untuk mencegah perselisihan.

4.

Gangguan kepribadian Gangguan kepribadian dependen menyebabkan seseorang merasa sangat bergantung kepada orang lain untuk bantuan dan persetujuan dalam banyak aspek kehidupan.

Misalnya, harus menuruti pendapat orang lain untuk membuat keputusan sederhana, seperti memilih pakaian.

5.

Trauma Pengalaman yang menyakitkan, sulit, atau trauma bisa mendorong sikap people pleaser.

Mengutip Verywell Mind orang yang pernah mengalami pelecehan berkemungkinan ingin mencoba untuk menyenangkan orang lain dan bersikap sebegitu menyenangkan.

Sikap itu bertujuan untuk menghindari perilaku kasar dari orang lain.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *